Bagaimana dalam menghadapi masalah?

Selamat malam, ini adalah postingan kedua saya setelah sekian lama. Haha, setelah hilang menyatu bersama kesibukan dan sekarang baru sempat membuat postingan kedua dengan tema yanng mungkin tidak ada korelasi dengan blog ini. Okelah, tidak apa, karena antara “tea” dan “wine” memang tidak pernah bisa bercampur.


Oke langsung saja, sesuai judul diatas kita mungkin pernah “mengalami” kondisi diluar rencana kita. Entah itu kondisi yang menyenangkan, ataupun bahkan sebaliknya. Mungkin untuk kondisi yang menyenangkan kita tidak perlu khawatir. Lantas, bagaimana jika kondisi tersebut benar-benar buruk sehingga kita tidak dapat mengendalikannya? Berikut beberapa tips yang bisa saya berikan.

1. Kenali Masalah.

Oke, ini yang pertama kita harus lakukan adalah mengenali setiap masalah yang mengganggu pikiran kita. Apa masalah kita? Jangan terfokus untuk masalah yang lain, fokuskan untuk masalah yang “sedang” mengganggu pikiran kita. Jadi, jika kita mengalami sebuah masalah besar, kenali dengan pasti dan benar masalah tersebut. Walaupun kita juga sedang mengalami masalah yang lainnya.

2. Golongkan.

Yang kedua, tergolong manakah masalah kita? Baiklah, setelah langkah awal tadi dimana kita dilanda masalah besar dan sedang dilanda masalah lain (yang apabila kita mengalaminya bersamaan pasti akan sulit untuk menggolongkannya) maka lupakan dulu masalah terbesar kita. Why? Karena kita pasti tidak dapat membagi pikiran kita, jadi fokuskan untuk masalah yang ringan. Setidaknya pasti kita tahu, masalah mana yang sekiranya ringan-sedang-maupun berat.

3. Selesaikan Perlahan.

Berikutnya, selesaikan dulu masalah yang sudah kita golongkan sesuai prioritas kita. Ringan-sedang-berat. Selesaikan satu persatu hingga kita dapat tenang.

4. Psikoneuroimunologi

Ini adalah langkah terakhir, dimana kita memang tidak diharuskan “gegabah” dalam menghadapi permasalahan kita. Bukan secara Teologi saja, namun secara keilmuan dan kesehatan pun kita dituntut untuk tenang. Mengapa? Karena setiap pikiran berat kita akan memerintahkan kerja otak kita berpikir secara terus-menerus hingga mempengaruhi sistem saraf pusat yang mana akan mentransfer perintah dari otak kita ke seluruh saraf di seluruh tubuh sehingga membuat sistem kekebalan tubuh kita menurun, dan akhirnya kita akan semakin down-down-dan down.

Oke, mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan. Intinya adalah pada poin ke empat. Ya. Tips terakhir tersebut yang harus di garis bawahi. Semoga masalah kita cepat selesai. Ingatlah, bahwa Tuhan ada bersama kita.